Aku

     Tahukah Anda, kata yang lebih menyenangkan dan merdu buat Anda daripada semua nyanyian Ummu Kaltsum dan lagu-lagu Muhammad Abdul Wahhab. Apakah Anda mengetahui kata yang telah Anda ucapkan ribuan kali, tetapi Anda merasa baru sekali? Kata itu adalah kata yang terdiri dari tiga huruf “Ana” (Aku).
     Perusahaan telepon “Bill” merekam 500 percakapan telepon untuk mengetahui kata-kata yang berulang-ulang disebut dalam percakapan, dan ternyata kata “Aku” terulang sebanyak 3.999 kali. Ini berarti setiap pembicara mengulangi delapan kali kata tersebut dalam setiap pembicaraan.
     Demikian, kita menemukan kelezatan dalam membicarakan diri kita, lalu menuduh orang lain tidak menyenangkan, karena ketika membicarakan, kita tidak diberikan kesempatan untuk berbicara tentang diri kita. Kita memuji orang lain sebagai “pembicara yang baik” dan “orang yang mengerti” karena dia “pandai mendengar” ketika kita membicarakan diri kita dan yang bersangkutan mendorong kita berulang-ulang berkata “Aku”.
     Dalam arena kelemahan ini, bertengger dalam hati jutaan lelaki dan ribuan pemuda yang berhasil mencapai kedudukan-kedudukan terhormat serta menghindar dari antrean-antrean panjang.
     “Seni mendengar” lebih sulit dari “Seni berbicara”. Seni mendengar membutuhkan kesadaran penuh, kearifan, kemahiran, kecepatan berpikir, serta pengendalian emosi. Karena itu, jika Anda mendengar orang lain bertanya: Apa kabar? atau Bagaimana keadaan Anda? maka jangan menipu diri Anda dan menduga bahwa yang bertanya ingin mengetahui pendapat para dokter kesehatan (tentang keadaan) Anda (yang sesungguhnya,seperti) persentase butir-butir darah merah dalam darah Anda. Atau apakah Anda telah tidur delapan jam atau hanya empat jam sebagaimana Napoleon!  Jangan sekali-kali Anda terjebak oleh pancingan itu dan cukuplah jawaban yang Anda berikan: “Baik,” lalu silakan mitra bicara Anda yang terjebak. Biarkan dia membicarakan penyakit-penyakitnya dan kesulitan-kesulitannya. Jika dia membicarakan dirinya, maka dia akan merasa tenang, dan akan jauh berkurang sikap keras kepalanya serta akan semakin terdorong ia memenuhi permintaan Anda atau mempermudah urusan Anda. Dia tidak akan mempersingkat pertemuan dengan Anda, dia tidak akan menghindari dari Anda jika di kali lain Anda meminta waktu untuk bertemu dengannya.
     Tetapi,jika yang berkunjung itu “kaku dan tidak menyenangkan” dan Anda ingin mempersingkat pertemuan, maka ketika itu dia akan lari menghindar dari Anda sambil “mohon maaf” karena ada janji penting yang harus dipenuhinya. Karena itu, saudaraku! Jangan berkata “Aku!” Biarlah orang lain saja yang mengatakannya. (Ali Imran, kolom “fikrah”, koran al-Akhbar, Cairo, 1 Mei 1956).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s