Si Kikir dan Penebang Pohon

     Seorang yang sangat kikir mempekerjakan seorang penebang pohon. Setelah beberapa saat dia menyadari betapa besar upah yang harus dikeluarkannya. Maka setiap penebang itu mengayunkan kapaknya ke pohon, dia menirukan suara penebang yang menyertai setiap ayunan kapak. Setelah selesai, ia mengeluarkan dari dompetnya jumlah upah yang mereka sepakati, lalu memberi penebang setengah dari jumlah tersebut dengan dalih bahwa ia ikut bekerja berdasarkan suara yang dikeluarkannya setiap ayunan kapak sang buruh penebang itu. Si penebang pohon mengajukan keberatan kepada hakim. Sang hakim meminta agar mereka menyerahkan seluruh upah yang telah mereka sepakati, lalu dia melemparkan uang tersebut kesebuah kotak. Setiap lemparan menghasilkan suara, lalu sang hakim berkata:
     “Uangnya buat penebang pohon dan suara gemerincing uang buat si kikir”.

2 thoughts on “Si Kikir dan Penebang Pohon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s