Salah Sangka

     Seorang pemuda yang mabuk kepayang, menjawab surat yang diterimanya dari kekasihnya.
“Sedemikian rinduku kepadamu, sampai-sampai aku menjilat perangko suratmu karena aku yakin bibir dan lidahmu telah mnyentuhnya”.
     Tak lama kemudian dia menerima jawaban dari sang kekasih:
“Terima kasih atas perasaan engkau, tetapi sekadar untuk Engkau ketahui bahwa yang menempelkan perangko itu ke sampul surat adalah pembantu ayahku”.(M.Quraish Shihab).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s