Mentari Senja di Desa Muara Telang

Muara Telang

Akhir Tahun sebuah saat yang sangat menyenangkan, selain momen pergantian tahun juga banyak momen yang sangat menyenangkan untuk dilakukan dan diceritakan kembali kepada teman-teman semua. Pada saat liburan akhir tahun ini saya tidak melakukan liburan seperti tahun sebelumnya, misalnya melakukan liburan ke kota Banjarmasin ataupun Kota Banjarbaru. Pada liburan kali ini saya hanya menghabiskan waktu di Kota Buntok, Kalimantan Tengah, tempat saya dilahirkan sampai menjadi anak SMA seperti sekarang ini. Membosankan sebenarnya, tapi harus bagaimana lagi inilah adanya.
Mungkin aroma kebosanan yang saya pancarkan direspon dengan baik oleh si Abang, dia berinisiatif mengajak saya jalan-jalan sekedar melepas kebosanan. Kami mengambil arah jalan menyusuri kawasan pinggiran sungai Barito. Jalannya lumayan mulus tanpa kendala yang berarti, udaranya sangat segar, hanya warna hijau yang terlihat dipinggiran jalan. Seraya menengok keatas yang terlihat hamparan langit biru yang indah. Sejenak saya berpikir saya sudah berada didunia yang aneh dunia yang ada hamparan lautnya diatas langit (😀 ), sungguh indah ini yang disebut sebuah surga kecil dipinggiran kota.
Tak beberapa lama kami sudah melintasi beberapa desa pinggiran sungai Barito diantaranya Desa Baru, Desa Teluk Telaga, dan lainnya yang relative belum terlalu maju dan terjamah oleh teknologi masa kini, tapi sangat diuntungkan sinyal telepon selular masih lumayan ada meski terkadang hilang juga.
Melewati Desa Muara Telang, Buntok (Barito Selatan), Kalimantan Tengah kami melihat sebuah pemandangan yang sangat indah dan eksotis, sebuah pemandangan tergelincirnya matahari diufuk barat, matahari menghilang perlaha diantara delta sungai dan pepohonan. Menambah keeksotisannya ada sebuah gubuk tempat orang ber-huma yang menjadi objek penyempurnanya. Sungguh mengagumkan dan takkan bisa tergantikan sebuah pemandangan indah ini. Pemandangan indah ini saya abadikan dengan kamera smartphone saya.
Sepulangnya, kami pun disambut kumpulan monyet liar yang bergelantungan dipohon-pohon kayu sekitar pohon pisang yang ada dipinggiran jalan. Kejadian ini tak sempat saya abadikan dikarenakan monyet-monyetnya lari ketika didekati.
Inilah sebuah cerita singkat liburan saya di Kota Buntok, dari perjalanan ini saya menyadari masih banyak tempat indah disekitar saya yang belum saya jelajahi terutama di Kota Buntok sendiri. Jadi, buat apa saya menjelajah keluar kalau didalam pun belum terjelajah (Knowing your inside before you know your outside).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s