Pedih

Aku tak mampu menahan pedihnya luka ini.
Hingga akhirnya aku pasrah diri. Dan berjanji untuk meninggalkannya.

Karena tak mungkin,
tak mungkin aku menghirup kembali aroma bunga yang sudah tidak wangi lagi.

Tak mungkin aku bisa menjamah lagi
tangkai bunga yang sudah dipenuhi duri…

Vina Panduwinata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s