Jaring (Penangkap) Kupu-Kupu dan Islam

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺍﻟْﻴَﺪُ ﺍﻟْﻌُﻠْﻴَﺎ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻴَﺪِ ﺍﻟﺴُّﻔْﻠَﻰ

“Tangan yang di atas lebih baik dibanding tangan yang di bawah .”(H.R. Abdullah bin Umar R.A.)

      Tulisan ini hanyalah sebuah opini penulis dan tidak ada maksud menghina ataupun mencela pihak manapun tentang

fenomena yang melekat pada umat Islam dewasa ini, khusunya di Indonesia yang mayoritasnya merupakan beragama Islam.
      Tentu kita pernah bersedekah baik tua maupun muda, kita selalu diajarkan untuk membantu saudara kita yang kesulitan baik itu kesulitan materiil maupun inmateriil. Sedekah menurut ajaran Islam terbagi menjadi beberapa macam, namun pada artikel saya ini saya tidak membahas berbagai macam sedekah itu. Saya lebih membahas kepada pihak penerima sedekah itu yang katanya pihak “yang membutuhkan”.
      Pihak “yang membutuhkan”, kata “membutuhkan” membuat saya bertanya APA YANG DIBUTUHKAN?? Mudah menjawabnya yang dibutuhkan tentu berupa sandang,pangan dan papan. MENGAPA MEREKA TIDAK BEKERJA UNTUK MEMENUHINYA?? Mungkin mereka tidak bisa memenuhiinya disebabkan beberapa hal diantaranya, keterbatasan fisik maupun psikis, tidak adanya lapangan pekerjaan, kalah bersaing, atau juga mungkin belum punya modal.

image

      Tapi perkembangannya sedekah banyak disalah artikan oleh banyak penerima sedekah yang tidak pantas menerima sedekah. Sedekah membuat mereka malas bekerja sebagaimana orang normalnya. Mereka menganggap lebih baik meminta sedekah (mengemis) dipinggir jalan atau datang kerumah-rumah. Anehnya mereka datang kerumah-rumah dengan membawa selebaran fotokopi ayat-ayat al-quran dengan dalih itu sebagai alat tukar dengan uang. Yang lebih anehnya lagi ada beberapa orang berjaga ditengah jalan membawa jaring kupu-kupu meminta sedekah dan sering mereka sebut sumbangan untuk berbagai alasan seperti pembangunan tempat ibadah, membantu korban kebakaran sambil melantunkan ayat-ayat suci al-quran dipengeras suara.
      Hal itu seperti kegiatan yang biasa, apakah tidak ada jalan lain selain itu?? Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan umatnya untuk meminta-minta, beliau selalu mengajarkan untuk bekerja.
“BUKANKAH KEGIATAN ITU JUGA DISEBUT BEKERJA”  Kalau ada dibenak saudara pernyataan itu, apakah saudara bekerja sebagai peminta-minta yang mengharapkan belas kasihan orang padahal saudara orang yang mampu lahirnya dan juga mampu batinnya. Dimana harga diri saudara? Apakah tidak malu dengan umat agama yang lain?
      Demikian artikel saya apabila kurang berkenan dihati saya pribadi mohon maaf karena ini sudut pandang dan opini saya. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s