Hubungan Antar Manusia

wpid-6e253a6c-7cc9-4b22-b9a2-c1773e251ac5_thumb_600_365.jpg
      Kebanyakan hubungan antar manusia tidak pasti jelas. Tidak ada satu pendapat pasti menyangkut hubungan yang kompleks antar manusia, antar lelaki dan antar perempuan dan yang paling sulit adalah antara lelaki dan perempuan.

      Tidak mungkin hubungan antar manusia mudah dan jelas seperti mudahnya tumpukan bata demi bata pada tembok, atau pepohonan dalam taman, atau bahkan binatang dalam kandang. Pengalaman keseharian kita bersama siapa yang berada di sekeliling kita membuktikan hal tersebut. Seberapa banyak tenaga yang kita gunakan untuk menjelaskan keinginan sepele. Berapa banyak waktu yang kita sia-siakan untuk menjelaskan maksud baik. Berapa banyak darah yang mendidih guna memperoleh kesaksian atas kelakuan baik?
      Ketidakjelasan hubungan antar manusia itulah yang bertanggunng jawab menyangkut banyaknya problema manusia sehungga dapat dikatakan kemajuan yang dicapai manusia bukannya menyangkut kemampuan memecahkan problema tetapi justru mempersulit dan menangguhkan pemecahannya.
      Namun demikian, manusia berjalan terus tanpa henti. Kesinambungannya bukan merupakan bukti kemampuan kita menyelesaikan aneka problem, tetapi membuktikan adanya ragam baru dari perkembangan dan ragam baru dari cara menangguhkan pemecahan problema yang lebih sulit. Manusia dahulu mengendarai keledai dalam transportasi mereka, sekarang mereka menggunakan pesawat terbang, tetapi manusia dalam kedua era itu tidak mengerti bagaimana ia diangkut oleh keledai dari satu tempat ke tempat yang lain. Manusia tidak mengetahui bagaimana fungsi-fungsi anggota tubuh keledai, dan manusia sekarang “kebanyakan mereka” tidak mengetahui bagaimana kerja pesawat udara.
      Memang manusia seluruhnya mengetahui bahwa pesawat udara lebih cepat daripada keledai, tetapi bagaimana? Ini adalah pertanyaan yang tidak diketahui oleh  banyak orang.
      Banyak hubungan antar manusia yang dapat dilukiskan dengan satu kata ; Kita berkata : Cinta,.. perkawinan,.. atau hidup dan mati. Tetapi marilah kita menjelaskan apa makna kata-kata itu! Lalu marilah kita bermimpi menyangkut satu hari di mana kita dapat bersepakat tentang satu makna untuknya. Demikian selalu ada problema-problema, selalu ada mimpi panjang untuk memahaminya dan untuk sampai kepada satu pendapat untuk memecahkannya.
      Misalnya, kita dapat berkata bahwa tidak ada seorang perempuan yang berstatus telah kawin. Yang ada adalah perempuan yang ingin kawin dan kalau dia telah kawin dia tidak ingin berlanjut dalam perkawinan…. Tetapi mengapa dia memilih untuk kawin? Sebenarnya bukan dia yang memilih tetapi masyarakat yang memilih. Perempuan tidak memilih untuk kawin tetapi dia boleh jadi memilih suami saja, dan ketika dia memilih suaminya, dia tidak memilih yang terbaik, tetapi memilih yang terdekat kepadanya…. Yang terdekat kondisinya…. Perempuan tidak bisa mengulurkan tangannya ke arena penjuru benua untuk menemukan lelaki yang sesuai dan kalau pun dia mampu, maka dia membutuhkan burung garuda untuk menemukannya. Boleh jadi dia menemukannya, tetapi lelaki yang ditemukannya itu tidak menemukan perempuan tersebut atau tidak berminat kepadanya, dank arena itu maka perempuan memilih yang dekat ke tangan, mata dan lingkungannya.
      Selanjutnya, karena pilihan itu lahir dalam kondisi kejiwaan yang tidak normal, maka menjadilah pilihan yang didukung oleh emosi, mencengangkan akal, dank arena itu pula tidak mengherankan jika ada orang-orang yang memandang banyak perkawinan dengan pandangan mengherankan; Apa yang menghimpun seorang dari Timur dengan seorang dari Barat? Apa yang menghimpun si cantik dan si jelek? Apa yang dilihat oleh seseorang kepada orang lain? Ini semua pertanyaan akal, tetapi  sesungguhnya situasi di sini bukanlah situasi yang diperankan akal, ini merupakan situasi emosi dan karena ia demikian, maka ia menghasilkan kesimpulan yang mengandung ketidakjelasan “yang hangat” atau “kehangatan yang tidak jelas.” Demikianlah pilihan dan pertemuan terjadi dalam terang atau kegelapan.
      Yang menjadikan pilihan ini tidak tidak jitu adalah karena adanya pengarahan aneh yang mendahului pilihan itu. Pengarahan itu lahir dari masyarakat yang merupakan produk lelaki. Masyarakat itu mengagungkan lelaki dan menempatkannya satu derajat lebih tinggi dari perempuan – meskipun setelah kematiannya. Begitu yang tertulis dalam lembaran-lembaran yang terbuat dari kayu/bamboo yang digunakan membubuhkan tulisan oleh orang Mesir kuno. Bahkan walaupun perempuan telah mampu bekerja, tetapi tetap saja mereka meminta agar peranan mereka setelah peranan lelaki dan ini masih merupakan nasihat ibu dan bapak perempuan.
      Ayah Mary Antonio menyurat kepada calon suami anaknya yaitu Louis XVI, Raja Prancis, antara lain menyatakan: Kami telah mengajarkannya untuk mencintai Anda dan tulus kepada Anda lagi memelihara cita-cita Anda dengan cita dan harapannya, dan bahwa dia adalah milik Anda setiap saat, baik saat sakit maupun sehat. Anda adalah kadarnya. Sedang Mary sendiri menulis kepada saudara perempuannya: “Sesungguhnya telah menjadi keharusan bagi putrid-putri raja untuk hidup di keempat penjuru dunia. Sesungguhnya perkawinan ini merupakan salah satu ragam pengasingan. Saudara kita yang di Napoli sungguh berkata benar ketika ia mengatakan bahwa kita telah melemparnya kelaut. Saya tutup surat ini dan saya mengharap engkau pun menutup mulut dan dadamu akan rahasia ini.” Demikian putrid-putri raja pun mejadi hadiah untuk lelaki walaupun “hadiah” itu menolak untuk menjadi hadiah dan menolak pula orang yang dihadiahi, tetapi pada akhirnya menerima ending (akhir) yang tak terelakkan. Ending itu adalah bahwa suami adalah tuan dan mahkota di kepalanya. (Disari dari tulisan Anis Mashur)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s